Connect with us

Hi, what are you looking for?

Idol

Makna Lagu TXT ‘Deja Vu’: Teori Hubungan dengan Universe TXT Lainnya

Makna Lagu Txt ‘deja Vu’: Teori Hubungan Dengan Universe Txt Lainnya
Makna Lagu Txt ‘deja Vu’: Teori Hubungan Dengan Universe Txt Lainnya
todaykpop.com –

Pernah nggak sih kamu merasa seperti pernah mengalami sesuatu padahal itu baru pertama kali terjadi? Rasanya familiar, tapi kamu nggak tahu kenapa. Itulah déjà vu. Nah, TXT membawa perasaan ini ke level yang lebih dalam lewat lagu utama mereka yang berjudul “Deja Vu”, yang dirilis pada 1 April 2024 sebagai bagian dari mini album keenam minisode 3: TOMORROW.

Tapi tunggu dulu. Lagu ini ternyata bukan sekadar tentang cinta atau pertemuan kembali. Ada banyak petunjuk tersembunyi yang menghubungkan “Deja Vu” dengan universe TXT yang sudah dibangun sejak debut mereka. Penasaran? Yuk, kita bedah satu per satu.

Anemoia: Kunci Utama yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan

Di lirik “Deja Vu”, ada satu kata yang langsung mencuri perhatian: anemoia. TXT menyanyikan, “Not knowing the reason of my tears, my anemoia.” Kata ini bukan sekadar gaya-gayaan. Anemoia adalah istilah untuk rasa rindu pada waktu atau tempat yang belum pernah kamu alami sebelumnya. Bayangkan merindukan sesuatu yang bahkan belum pernah kamu sentuh. Itulah yang dirasakan oleh para member TXT dalam lagu ini.

Menariknya, konsep anemoia ini bukan muncul tiba-tiba. Dalam album minisode 3: TOMORROW, ada versi remix dari lagu ini yang diberi judul “Deja Vu (Anemoia Remix)”. Ini menunjukkan betapa pentingnya konsep ini bagi TXT. Mereka merindukan janji-janji lama dan mimpi-mimpi yang sempat terlupakan di tengah hiruk-pikuk masa muda. Dan rasa rindu itu—yang terasa begitu nyata padahal belum pernah dialami—itulah yang membuat pertemuan di masa depan terasa seperti déjà vu.

Morse Code di Tengah Reruntuhan: Jejak dari Masa Debut

Salah satu elemen paling jelas yang menghubungkan “Deja Vu” dengan universe TXT adalah penggunaan kode Morse. Di liriknya tertulis: “The morse code amidst the ruins an old promise, promise.”

Kode Morse bukanlah hal baru bagi TXT. Sejak debut mereka, kode Morse sudah menjadi motif yang berulang. Setiap video perkenalan member TXT diakhiri dengan kata berbeda yang dieja dalam kode Morse: “Dreaming” untuk perkenalan grup, “Tomorrow” untuk Soobin, “Secret” untuk Hueningkai, “Hope” untuk Beomgyu, “Promise” untuk Yeonjun, dan “Clue” untuk Taehyun. Bahkan lagu debut mereka “Crown” juga menyembunyikan kode Morse untuk kata “Crown” di bagian intro.

BACA JUGA:  Big Hit Entertainment Mengambil Tindakan Hukum Untuk BTS Dan TXT Terkait Komentar Berbahaya

Dalam “Deja Vu”, kode Morse ini muncul lagi. Bahkan di album minisode 3: TOMORROW, ada track pendek berdurasi 7 detik yang berisi kode Morse untuk kata “Tomorrow”—tepat sebelum lagu “Deja Vu” diputar. Hueningkai sendiri menjelaskan bahwa kode Morse dalam lagu ini menerjemahkan kata “tomorrow” dan melambangkan masa depan yang akan mereka bangun bersama. Ini bukan sekadar iseng. Ini adalah jembatan yang menghubungkan perjalanan TXT dari debut hingga sekarang.

“Aku Melarikan Diri Berkali-kali”: Kaitannya dengan “Run Away”

Lirik pembuka “Deja Vu” berbunyi: “I ran away countless times, just out of fear.” Kalimat ini langsung mengingatkan kita pada lagu TXT sebelumnya, “Run Away” yang dirilis pada 2019.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di “Run Away”, TXT bercerita tentang anak-anak yang melarikan diri dari kenyataan dan mencari dunia fantasi. Mereka berlari karena takut—takut dengan masa depan, takut dengan kenyataan yang nggak sesuai harapan. Kini di “Deja Vu”, mereka mengakui bahwa mereka sudah berlari berkali-kali. Tapi kali ini, mereka nggak mau lari lagi. Mereka ingin kembali ke garis start, kembali pada janji yang dulu sempat ditinggalkan. Ini adalah kelanjutan cerita yang indah: dari anak-anak yang lari ketakutan, menjadi seseorang yang berani kembali dan menepati janji.

“Reruntuhan” dan “Tempat Janji”: Sambungan dari “Can’t You See Me?”

Lirik “amidst the ruins” atau “di tengah reruntuhan” juga bukan muncul begitu saja. Ini adalah referensi langsung ke lagu TXT “Can’t You See Me?” yang rilis pada 2020. Dalam MV “Can’t You See Me?”, para member TXT digambarkan berada di tengah rumah yang hancur dan terbakar—reruntuhan yang menjadi simbol hancurnya persahabatan dan janji.

Sekarang di “Deja Vu”, mereka kembali ke reruntuhan itu. Tapi kali ini, di tengah puing-puing, mereka menemukan “our place of promise”—tempat janji mereka. Dari kehancuran, mereka menemukan kembali apa yang pernah hilang. Ini menunjukkan bahwa universe TXT bergerak dalam siklus: jatuh, hancur, lalu bangkit kembali dengan janji yang lebih kuat.

Mimpi dalam Mimpi: Struktur MV yang Mengingatkan pada “Inception”

MV “Deja Vu” juga penuh dengan simbol yang menghubungkannya dengan cerita TXT sebelumnya. Video ini menggambarkan para member yang berusaha mengingat kembali kenangan masa lalu melalui medium mimpi.

BACA JUGA:  Sunmi Mengumumkan Tanggal Comeback Agustus + Merilis Teaser Pertama

Menurut deskripsi resmi, MV ini menggunakan struktur “frame in a frame” atau mimpi di dalam mimpi—sama seperti film Inception. Ada tiga lapisan dunia: realitas, mimpi, dan mimpi di dalam mimpi. Perpindahan antara adegan berwarna dan hitam putih menunjukkan perbedaan antara kenyataan dan harapan.

Yang menarik, konsep mimpi dalam mimpi ini juga muncul di MV TXT sebelumnya seperti “Eternally” dan “Magic Island”. Dalam “Eternally”, ada adegan di mana Soobin membawa dadu 20 sisi dari dunia fantasi ke dunia nyata, membuat dua dunia menyatu. Dan di “Deja Vu”, kita melihat kelanjutan dari cerita itu—perasaan déjà vu yang muncul karena mereka memang sudah pernah mengalami semua ini di dunia mimpi.

Rubah sebagai Simbol Imajinasi dan Masa Muda

Dalam analisis MV “Deja Vu” oleh editor profesional Jordan Orme, disebutkan bahwa TXT sering kali menampilkan rubah dalam video musik mereka. Rubah ini dianggap mewakili imajinasi, masa muda, dan konsep keseluruhan grup.

Rubah muncul di berbagai MV TXT, termasuk di “Run Away” dan “Magic Island”. Kehadirannya yang konsisten menunjukkan bahwa ada benang merah yang menghubungkan semua cerita TXT. Rubah adalah pengingat bahwa meskipun mereka tumbuh dewasa, imajinasi dan semangat masa muda mereka nggak pernah hilang.

Jadi, makna lagu TXT ‘Deja Vu’ ternyata jauh lebih dalam dari sekadar cerita cinta. Ini adalah lagu tentang janji, tentang kembali pada mimpi yang sempat ditinggalkan, dan tentang bagaimana masa lalu dan masa depan bertemu dalam satu momen yang terasa akrab.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setiap lirik, setiap kode Morse, dan setiap adegan dalam MV adalah potongan puzzle dari universe TXT yang sudah dibangun sejak debut mereka. Dari “Crown” hingga “Run Away”, dari “Can’t You See Me?” hingga “Deja Vu”—semua terhubung. Buat kamu yang selama ini mengikuti perjalanan TXT, lagu ini terasa seperti pelukan hangat yang mengingatkan pada janji-janji lama. Dan buat yang baru mengenal mereka, ini adalah pintu masuk yang sempurna untuk menjelajahi dunia TXT yang kaya akan cerita.

Kalau kamu belum dengar “Deja Vu”, sekarang saatnya buka platform musik favoritmu dan rasakan sendiri sensasi déjà vu ini. Siapa tahu, kamu juga akan merasakan anemoia—rindu pada sesuatu yang belum pernah kamu alami, tapi terasa begitu dekat di hati Untuk Berita dan Update K-Pop lainnya, selalu buka todaykpop.com
Ikuti kami di Facebook, Twitter dan Instagram @todaykpopcom

You May Also Like

Idol

todaykpop.com – TXT tengah disibukkan dengan tur konser dunia mereka bertajuk “ACT: PROMISE”. Pada Jumat (14/6), BigHit Music sebagai agensi mengumumkan tambahan jadwal konser...

Idol

todaykpop.com – Tomorrow X Together atau disingkat TXT resmi melakukan comeback pada tanggal 1 April 2024. Grup dari BIGHIT Music ini telah merilis mini...

Idol

todaykpop.com – TXT kembali mengguncang dunia K-Pop sejak merilis video latihan koreografi memukau untuk lagu barunya yang berjudul Déjà vu. Idol grup asal Korea...

Idol

todaykpop.com – Teaser konsep untuk album penuh TXT mendatang, “The Name Chapter: FREEFALL,” telah dirilis pada 25 September tengah malam KST. Album ini dijadwalkan...

Advertisement