Industri K-Pop kembali dihebohkan oleh kontroversi seputar apropriasi budaya dan rasisme. Kali ini, nama Jihyo TWICE ikut terseret akibat insiden yang melibatkan adik kandungnya, Seoyeon, yang baru saja debut sebagai anggota girl group buatan HYBE/ABD, TUIDE.
Kurang dari dua minggu setelah resmi melakukan debut, TUIDE mendapati dua anggotanya, Seoyeon dan Jia, menjadi sasaran kritik tajam di media sosial. Gelombang protes dari para penggemar dipicu oleh penataan gaya (styling) busana yang mereka kenakan saat menjadi pembawa acara (MC) di program musik Inkigayo.
Seoyeon dan Jia, bersama Yihyun dari grup Baby DONT Cry, terlihat mengenakan pakaian yang dinilai mengadopsi serta menirukan elemen budaya tradisional penduduk asli Amerika (Native American).
Bagi banyak penggemar, situasi ini mendatangkan perasaan déjà vu yang kuat. Pasalnya, kontroversi serupa pernah menimpa kakak Seoyeon, Jihyo TWICE, pada delapan tahun lalu. Saat acara fanmeeting Halloween TWICE tahun 2018, Jihyo menuai kecaman usai mengenakan kostum ala Native American, memperkenalkan dirinya sebagai “Indian Jihyo”, serta mempraktikkan tiruan teriakan perang khas suku penduduk asli Amerika di atas panggung.
Keterkaitan antara dua peristiwa yang berjarak delapan tahun tersebut langsung memicu reaksi riuh dari netizen di platform X (Twitter). Tak sedikit netizen yang melayangkan sindiran pedas bahwa aksi Seoyeon seolah mengikuti jejak sang kakak dalam hal kontroversi apropriasi budaya.
Pada masa kontroversi Jihyo di tahun 2018, baik Jihyo maupun agensinya, JYP Entertainment, tidak pernah merilis permintaan maaf resmi atau memberikan tanggapan publik. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, HYBE maupun sub-label ABD juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai polemik busana yang dikenakan oleh Seoyeon dan Jia di Inkigayo.
Bagaimana pendapatmu mengenai situasi ini? Tulis tanggapan kamu di kolom komentar!
Untuk Berita dan Update K-Pop lainnya, selalu buka todaykpop.comIkuti kami di Facebook, Twitter dan Instagram @todaykpopcom














